Thursday, 29 November 2018


Kecemasan merupakan reaksi normal terhadap stres. Adalah hal lumrah, ketika seseorang merasakan cemas dalam hidupnya saat menghadapi sebuah situasi atau pun ketika mengambil sebuah keputusan penting. Namun demikian, Anda perlu waspada terhadap dampak buruk dari gangguan mental berupa kecemasan berlebihan yang melibatkan rasa takut dan kekhawatiran yang berlebihan dan mengganggu. Dengan penanganan yang tepat, seseorang bisa mengelola perasaan tersebut dan kembali menjalani kehidupan yang normal.
Kecemasan berlebihan merupakan gangguan kecemasan tingkat berat di mana seseorang kerap mengalami kekhawatiran dan ketakutan yang berlebihan secara terus menerus. Seiring berjalannya waktu, gangguan kecemasan ini bisa bertambah parah dan memberi dampak buruk terhadap kehidupan seseorang, seperti terganggunya aktivitas sehari-hari, menurunnya kinerja atau kemampuan belajar, dan bahkan dapat memperburuk hubungan pribadi seseorang.
Gangguan kecemasan terdiri dari beberapa jenis, yakni serangan panik, gangguan kecemasan umum, gangguan kecemasan sosial, dan fobia atau rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu, misalnya pada ketinggian.

Kenali Gejala Kecemasan Berlebihan

Gejala kecemasan berlebihan yang merupakan bagian dari gangguan kecemaasan umum meliputi:
  • Mudah lelah.
  • Selalu merasa gelisah.
  • Mudah marah.
  • Sulit berkonsentrasi atau mengosongkan pikiran.
  • Otot terasa tegang.
  • Gangguan tidur
  • Sulit mengendalikan rasa cemas.
  • Merasa sakit hati atau “berada di ujung tanduk”.
Secara umum, semua jenis gangguan kecemasan memiliki gejala yang sama, yaitu:
  • Merasa kesulitan, panik, atau takut.
  • Tidak bisa tenang atau tetap diam.
  • Jantung berdebar-debar
  • Tangan dan kaki terasa dingin, berkeringat, mati rasa, atau kesemutan.
  • Sesak napas.
  • Merasa pusing.
  • Mulut kering.
  • Mual.
Penyebab gangguan kecemasan berlebihan hingga kini belum diketahui pasti, namun beberapa penelitian menunjukkan hal ini memiliki kaitan dengan gabungan beberapa faktor, misalnya faktor genetik, lingkungan, psikologis, dan riwayat tumbuh kembang seseorang.  Pendapatan ekonomi yang rendah, serta paparan peristiwa kehidupan yang penuh tekanan di masa kanak-kanan dan dewasa juga dapat berdampak pada gangguan kecemasan berlebihan.

Ketahui Cara Efektif Mengatasi Kecemasan Berlebihan

Penanganan gangguan kecemasan berlebihan umumnya dapat dilakukan dengan psikoterapi, pemberian obat, atau dengan gabungan keduanya. Berikut ini jenis terapi psikologis yang umumnya akan dilakukan, yaitu:
  • Psikoterapi
    Psikoterapi merupakan salah satu jenis konseling yang dapat mengatasi gangguan kecemasan berlebihan. Psikoterapi akan membantu Anda menceritakan dan membicarakan apa yang Anda rasakan. Psikoterapi juga bisa memberikan saran tentang bagaimana memahami serta mengatasi gangguan kecemasan yang Anda alami.
  • Terapi perilaku kognitif
    Ini merupakan jenis psikoterapi di mana terapis akan mengajarkan Anda bagaimana mengenali dan mengubah pola pikir, serta perilaku yang dapat memicu kecemasan berlebihan.
  • Terapi mengelola stres
    Terapi mengelola stres dengan relaksasi atau meditasi dapat membantu mengatasi kecemasan berlebihan pada seseorang. Terapi ini dapat meningkatkan hasil terapi lain yang Anda lakukan. Dukungan keluarga juga sangat penting dalam pemulihan seseorang dari gangguan kecemasan berlebihan.
Sedangkan untuk penanganan menggunakan obat-obatan, obat antidepresan biasanya dapat digunakan untuk mengatasi berbagai jenis gangguan kecemasan. Khusus untuk mengatasi kecemasan berlebihan, dokter akan meresepkan kelompok obat ansiolitik atau antiansietas. Obat-obatan untuk meredakan gejala cemas harus dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

Kiat Sehat Mengendalikan atau Mengurangi Kecemasan Berlebihan

Untuk mengurangi atau mengendalikan gejala yang ditimbulkan, Anda bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
  • Kurangi makanan dan minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, Minuman berenergi atau minuman berkarbonasi. Kafein dapat memperburuk gejala gangguan kecemasan.
  • Menjalankan pola makan yang sehat dan benar.
  • Berolahraga teratur, seperti jogging, senam aerobik dan bersepeda, dapat membantu melepaskan zat kimia otak untuk mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati Anda.
  • Cobalah tidur tepat waktu dan bicaralah dengan dokter jika mengalami gangguan tidur.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol, obat-obatan terlarang, dan merokok karena bisa memperparah gangguan kecemasan yang dialami.
Menceritakan kecemasan yang Anda alami kepada orang lain atau pun orang terdekat memang tidak selalu mudah. Namun yang perlu Anda sadari adalah kecemasan berlebihan tidak bisa hilang begitu saja tanpa adanya penanganan medis. Mengobati kecemasan berlebihan dan kondisi kesehatan mental lainnya lebih mudah dilakukan di awal daripada ketika gejala memburuk. Jadi, segeralah hubungi dokter atau psikiater jika Anda merasa kecemasan sudah terlampau berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari termasuk kerja, sekolah, atau kehidupan sosial Anda.
Segeralah berkonsultasi ke dokter ketika Anda merasa kecemasan berlebihan tersebut mulai menekan dan sulit dikendalikan, atau ketika Anda mulai mengonsumsi minuman beralkohol dan obat terlarang hanya untuk mengatasinya. Terlebih ketika terbesit di pikiran Anda untuk mengakhiri hidup karena rasa cemas yang berlebihan.

Wednesday, 17 October 2018

Perkembangan Anak Umur 3 – 4 Tahun

Di usia 3 tahun, anak yang sehat, bergizi baik dan tumbuh di lingkungan yang baik memiliki 1.000 trilyun sinapsis di otaknya. Aktivitas otak anak sudah tidak seaktif umur 0 – 3 tahun. Beberapa sinapsis ini akan menjadi semakin kuat terbentuk namun banyak sinapsis akan menghilang perlahan selama masa pertumbuhan anak. Pada masa remaja biasanya tinggal separuh saja sinapsis yang tetap ada.
Anak umur 3 tahun memiliki energi yang melimpah dan rasa ingin tahu yang sangat besar. Dia ingin mengetahui tentang segala sesuatu sehingga kita akan sering mendengar dia bertanya: “Ini apa?”
  • Anak mampu melakukan banyak hal sekarang: berjalan, berlari, memanjat, menendang dan melompat dengan mudah. Anak mampu turun tangga dengan baik.
  • Bisa naik sepeda sendiri
  • Bisa memakai baju sendiri
  • Bisa menggambar garis
  • Bisa membuka pintu sendiri saat pintu tidak dikunci
  • Mengenali dan mengidentifikasi benda dan gambar dengan menunjuk
  • Banyak bicara dan sering bertanya
  • Menguasai sekitar 900 kata. Membuat kalimat dengan dua atau tiga kata. Memahami kalimat dengan 2 anak kalimat (“Sampai rumah kita bisa bermain bola.”)
  • Menyebutkan nama dan umurnya sendiri
  • Menyebutkan warna
  • Memahami angka
  • Bisa bermain peran “pura-pura seolah-olah” dengan benda/mainannya
  • Makan sendiri
  • Bisa memperhatikan sesuatu lebih lama
  • Memiliki ketrampilan berpikir yang lebih baik untuk menyelesaikan permasalahan yang dia hadapi: anak dapat mengingat kejadian yang telah berlalu “kemarin”, bisa mengarang cerita, bisa mulai berpikir logis.
  • Mengetes kemampuan fisik dan keberaniannya dengan kehati-hatian
  • Mengungkapkan ekspresi cinta kasih sayang.
  • Senang bermain bersama temannya tapi seringkali suka berebut, tidak senang berbagi dan mengembalikan barang milik teman lain. Mulai memiliki 1 – 2 teman dekat. Memahami setiap orang itu sama meski memiliki perbedaan: tua-muda, besar-kecil.
  • Umur 4 tahun biasanya anak sudah mulai bisa berbagi dengan orang lain
  • Anak sudah bisa menggunakan toilet sendiri
  • Umur 4 tahun anak sudah bisa menggunting, menangkap  2 dari 3 lemparan bola

Batasi anak melihat televisi:

Semakin sering anak melihat TV akan semakin sering dia meminta snack/jajan yang dia lihat di iklan TV. Ini akan berisiko merusak kebiasaan makan-baiknya. Pastikan acara yang dilihat adalah acara yang sesuai untuk anak. Terlalu banyak melihat TV juga akan mengurangi waktunya untuk bermain-belajar hal yang lain.
  • Sering mengajak anak membaca dan melihat buku; ajak anak bercerita tentang gambar yang terlihat di buku yang dibaca
  • Bacakan kisah dongeng, ajak anak berdendang lagu-lagu sederhana
  • Berikan anak piring atau mangkuknya sendiri saat makan
  • Ajak dan beri semangat anak untuk makan, berikan anak waktu makan sesuai yang dia inginkan
  • Bantu anak untuk memakai baju, menggunakan toilet, mencuci tangan dengan sabun setelah dari toilet dan setiap akan makan.
  • Beri perhatian pada stimulus perkembangan motorik halus
  • Dengarkan dan jawab pertanyaan anak
  • Beri semangat anak untuk bermain, menggambar dan membuat sesuatu sesuai kreativitasnya.
  • Berikan anak tugas sederhana seperti mengembalikan mainan di tempatnya, merapikan sandal, dll untuk mengenalkan rasa tanggung jawab
  • Batasi menonton televisi dan pastikan anak tidak melihat adegan kekerasan.
  • Latih untuk bekerja sama dengan saling membantu dan berbagi
  • Beritahukan serta beri semangat anak untuk berperilaku positif dan orang tua membuat batasan yang jelas.
  • Berikan curahan cinta dan kasih sayang yang konsisten setiap hari.
  • Jika memungkinkan maka orang tua bisa mendaftarkan anak di tempat pendidikan anak usia dini supaya anak bisa beraktivitas sambil belajar bersama teman-teman sebayanya.
Saudara kandung adalah teman-pertama bagi anak, meskipun terkadang mereka bertengkar heboh. Hubungan persaudaraan akan mengajarkan anak untuk berbagi dan bekerja sama juga bersaing dan saling mengasihi.
Jika ada bayi baru di rumah biasanya kakak batita akan cemburu. Maka pastikan ibu dan ayah menyampaikan kepada anak bahwa dia tetap disayangi, dicintai dan adil dalam berbagi perhatian. Luangkan waktu khusus bersamanya. Libatkan anak yang lebih besar dalam mengurus adik bayi.
Segera bawa anak ke klinik tumbuh kembang jika:
  • Anak tidak tertarik untuk bermain
  • Sering terjatuh
  • Sulit bermain dengan benda-benda kecil
  • Gagal atau tidak bisa memahami pesan atau perintah sederhana
  • Tidak bisa berbicara menggunakan beberapa kata dalam kalimat
  • Sulit atau susah makan
Bagi anak 4 tahun:
  • Tidak mampu melempar bola dengan tangan
  • Tidak mampu lompat di tempat
  • Tidak mampu naik sepeda
  • Tidak mampu memegang krayon dengan jempol dan telunjuk
  • Sulit menumpuk 4 balok susun
  • Sangat sulit berpisah dari orang tua untuk ditinggal sementara
  • Tidak tertarik diajak bermain
  • Tidak tertarik bermain bersama anak lain
  • Tidak merespons orang selain keluarga inti
  • Sulit terlibat saat diajak bermain peran
  • Kesulitan memakai baju, tidur dan menggunakan toilet sendiri
  • Sulit mengontrol emosi saat nangis atau mengamuk
  • Tidak mampu menirukan gambar lingkaran
  • Tidak bisa membuat kalimat lebih dari 3 kata
  • Tidak bisa membedakan istilah “saya” dan “kamu”
  • Mendadak kehilangan ketrampilan yang semula telah dikuasainya.